Senin, 30 April 2012

Rintih Qalbu

Langit pagi terbelah memancarkan cahaya
Pintu do'a terbuka luas hingga sidratul muntakha
Jangkrik2 ikut berdzikir dalam gigil...
Semut pun bertasbih dalam rintih...

Angin membawa kabar untuk qalbu
Mata hati terbuka dari tabir....
Jiwa pendosa terbasuh embun dalam taubat...

Dengan hatinya yang suci
Terwirid takbir, takhmid, tasbih & istigfar
Membuat hatinya kian tergetar
Hingga tetes air mata tumpah
Membasahi pipi yang kemerah2an...

Hingga senja tiba nanti
yang menghantarkan mentari pada benam
aku berjalan diatas kerikil-kerikil tajam
pedih kian menghujam
dalam cucuran air mata
takbir tercurah riah
dari bibir yang gemetar
juga jasad yang menggigil....
diterpa dinginnya angin dari timur
menyapu bulu pori2ku dengan mesra
dendang nyanyian burung2 terlantun merdu
dengan serentak mengoyangkan alam
rumput pun menari2 di hamparan padang kosong
bunga2 ilalang beterbangan....

Aku terdiam dalam lamunan yang kian menggersang
merasakan semua sentuhan yang terasa
dari sentuhan2 suara yang tersenyap
aku pun tersenyum dalam relung
sembari hatiku bergumam
gilakah aku?

Akh…!
Ku mengedip guna mengusir lamun yang tak karuan.
Kupandang kembali mentari
Nampak dia kemerah2an
Tersipu malu karena terlalu
di puji2 penyair cinta yang berlebihan
Tapi aku tak menghiraukannya
Terlalu banyak penyair yang meng elu2kan mentari
Hingga aku malas terbawa arus dan latah

Jelang senja nanti aku hanya ingin mewarnai lembayung
Juga pelangi yang sudah lusuh dan redup
Hingga tampak cerah dan indah kembali
Biar semua penyair itu tak lupa dengan yang disekelilingnya
Bukan hanya keindahan saja yang harus disanjung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar